Thursday, January 1, 2026

Lesson learned in 2025

Memulai menulis lagi setelah sekian lama itu sulit ya. Bukan hanya soal memilih kata (santai pakai "gw"? "aku"? "saya"?), tapi terlalu banyak yang ingin disampaikan. Banyak cerita, berbagai bagian, sulit merunutnya. Jadi baiknya dimulai saja. Tulisan dibuat untuk merefleksikan tahun 2025 (dan mungkin tahun sebelumnya).

Saat ini tanggal 31 Desember 2025 pukul 20.15 waktu bagian Urbana, Illinois, Amerika Serikat. Sudah 4,5 bulan tinggal di kota ini. Terdengar keren mungkin ya di US, tapi ini sebuah kota kecil yang berjarak 3 jam dari Chicago. Bioskop hanya ada 2, tidak ada KFC (aneh kan?). Area campustown akan super sepi saat libur kuliah seperti sekarang. Bagi yang suka slow living mungkin akan menikmati. Buat gw.... yah gitu deh. 

2025 ini tahun perubahan. Mentally exhausting. Berubah dari pegawai jadi IRT, dari gajian jadi ga punya penghasilan. Berubah zona waktu. Berubah gaya hidup. Paling sedih sih kehilangan Mbak Adisty. Di geng kami, dia kakak tertua yang sangat mengayomi. Buatku dibanding teman, dia lebih seperti kakak perempuan yang dapat diandalkan. Setiap hari kangen tapi gabisa ketemu, cuma bisa kirim doa. Mungkin akan gw buat satu postingan khusus obituari kalo udah kuat ga nangis bahasnya.

Sepanjang 2025 ini fokus gw mostly di dunia pasar modal. Setelah beberapa tahun menjalani pekerjaan sekarang, gw sadar gw ga cocok dan benar-benar kehilangan minat. Pasar modal ini justru menarik buat gw. Level kepo dan analisa gw yang biasanya ngulik potensi pajak (yang mana biasanya gagal karena gw kurang yakin/salah/ga tega nagihnya), jadi ngulik potensi cuan buat gw sendiri. Cita-cita gw adalah bisa achieve financial independence tanpa mengandalkan uang gajian. AMIN!

Sebenernya udah mulai masuk saham dari 2022. Untuk tahun ini mencoba trading saham dengan metode scalping. Yah... secara win rate mungkin oke tapi secara rupiah bisa dibilang gagal. Penyebabnya tentu saja greed dan terlalu impulsif. Sudah cuan malah jadi minus, lebih besar minusnya pula. Kayaknya kurang cocok buat gw untuk setiap hari. Walau kadang juga gara-gara aplikasi error atau jaringan terlalu lambat.  Selanjutnya mendalami ilmu trading dengan ikut kelas online. Untungnya kelasnya Sabtu malam di Indonesia sehingga di sini jadi Sabtu pagi. Trims banget mas Al dengan quotenya "mau ngapain sih buru-buru kaya" sudah menampar gw yang kemaruk. I will recommend the class buat temen gw yang berniat ngulik juga. Untuk memperbaiki mindset saat trading gw juga ikut kelas Psychology Trading, mentornya koh Handi. Cukup oke juga, mengingatkan alasan kenapa beli, jual, hold. Bukan dikit-dikit panik dan ganti haluan. Harus sadar kalau sedang panik agar bisa mikir rasional untuk ambil keputusan.

Dengan banyak perubahan, pindah ke kota yang lebih slow living, jadi banyak berpikir dan merenung mengenali diri.  What is my purpose in this lifetime? Apakah gw sebenarnya mau atau ga S2? Atau hanya sekedar ingin coba hidup di negara lain sendiri? Apa yang sebenarnya gw mau atau tidak mau? Kenapa gw ingin FI? Apa ekspektasi saat ini terhadap diri sendiri? Apakah gw terlalu keras dengan diri sendiri? Memang perlu ditulis ya biar ga meledak rasanya.

Jadi menyadari juga, gw kangen rumah dan hidup nyaman. As in mau kemana bisa tinggal gojek, mau makan apa tinggal gofood, di mallnya banyak hiburan yang masih terjangkau juga. Lucu emang, dari dulu pengen keluar rumah dan tinggal misah, dapetnya kantor yang deket. Adek gw yang lebih mager malah dapet merantau. Sekarang begitu gw merantau kangen rumah. Menghirup aroma rendang aja gw nangis. Mungkin karena gw disini ga punya temen, ga ada kerjaan juga. So... it's hard.

Saat ini everyday is overwhelming. Respon gw hanyalah freeze dengan scrolling sosmed. I know it ain't good...... Jadi sering mengingatkan diri sendiri calm down, take it slowly, you did well so far. Tapi jadi suka menganggap diri lemah. Ah gatau lah, mau nangis.

So.... here comes the end of 2025. Thank you myself for staying alive, walking forward even a millimeter. Jangan lupa, masih banyak kota yang ingin dilihat, theme park yang ingin dicoba, artis yang mau ditonton konsernya. Ingat kalau lahir sendirian, mati sendirian, jadi hidup pun hanya bisa bergantung pada diri sendiri. (walau pengen banget ada yang bantu ngelead and tells me what to do). Tetap hidup ya unless Allah says otherwise. Tetap waras. Love yourself. 

Friday, May 13, 2022

Gatau judul apa.

It's 02.05 AM. Siang nanti mau bimbingan skripsi tapi sampe sekarang belum gw revisi Bab 1 nya hehehehehhehehe. Kondisi mental masih sama seperti postingan sebelumnya. Nyoba ke psikolog yang di Alodokter, mbaknya baiiiiikkk banget sih tapi gw merasa ga tuntas aja gitu. Karena cuma chat kali ya. Pengen ke psikolog yang tatap muka tapi bingung mau nyoba ke psikolog mana.

I should work on revisi skripsi though. Semangat ya C. Gatau cuma penyakit malas atau ada mental health problem sih gw? Step by step, finish one obstacle at a time, gausah buru-buru. Logika sih oke ya, eksekusinya itu yang................ dahlah.

Friday, March 4, 2022

2022

Sudah 2 tahun 4 bulan bekerja dengan posisi saat ini. Entah mengapa tetep ga nemu enjoynya, feelnya, yah pokoknya ga nemu semangat kerjanya deh. Bisa dalam sebulan semangat kerjanya cuma 1 hari. Apa gw perlu ke psikolog ya?

Saat ini pandemi masih berlangsung. Perdana kena COVID-19 di tahun ini. Laki gw tetep covirgin heran dah. Kemana-mana masih harus pakai masker. Muka gw jadi kena maskne (mask acne) heu. Tapi anak gw udah masuk ke daycare dan makin hari makin pinter luv. Kesabaran gw juga meningkat kayaknya sejak jadi emak-emak.

Kalo lagi ga semangat kerja (which is most of the time) pengennya resign aja. Tapi sebagai generasi roti lapis tentunya tidak bisa :) Harus ada kerjaan lain dulu neh baru gw bisa resign. Belum lagi dendanya ulala. Kalo resign kerja jadi apa ya......... Minatnya lagi di bidang financial planning dan investasi saat ini.

Pas nulis ini sudah mengajukan 3 judul untuk skripsi. Gatau judul mana yang akan dipilih untuk dilanjutkan menjadi proposal dan seterusnya hingga sidang. Bismillah bergelar SH in less than six months! Semoga semesta mendukung kelancaran penulisan skripsi gw, amin.

I miss hanging out with friends till late tapi tentunya sudah tidak bisa lagi. Fase hidupnya sudah bergeser. Prioritasnya juga bergeser. Sekarang doanya jadi semoga keluarga gw sehat selalu dan anak gw bisa bertumbuh dan berkembang dengan baik.

Kapan-kapan mungkin gw coba share tips soal daycare dan belanja printilan anak kali ya. Bye.
(bukannya kerja malah tjurhat disini wkwkwk)

Thursday, May 28, 2020

COVID-19 Pandemic

Ga pernah terpikir dalam hidup gw bakal mengalami pandemi, ga bebas keluar rumah n ngumpul.

CAPEK ANJER WEH.
Padahal gw introvert tapi kan gw introvert yang senang menyendiri di tengah keramaian mall #naon.

My smart mind know that social distancing and being extra in protecting our health is needed. But my mentality can’t take it. Udah beberapa kali malem-malem nangis aja gitu karena capek.

Prinsip gw tuh rumah buat istirahat. Kalo kerja di rumah tuh emang yang kerjaannya bisa dilakui dari rumah, ga pelayanan publik dan birokratis kayak kerjaan gw kayak sekarang. Kerja dari rumah tuh gausah lah pake jam masuk jam pulang.

GABISA WEH W DIGINIIN GABISAAAAA

Udah bingung mau curhat gimana kek mana pengen teriak anjer woy.

Gw tau gw termasuk kriteria yang boleh Work From Home (yang mana ga gw anggep privilege, mentally pressured asli) karena lagi hamil 30 weeks. I don’t want to risk my baby by working from office but I also don’t want to damage my mental health by working from home longer. Sampe diomelin temen-temen karena kekeuh mau ngantor, luv you fellas, thanks for caring.

Maunya ya di rumah tapi ga ditagihin kerjaan, ga perlu nyelesein target apa-apa, kerja seenjoy gw aja ga perlu ngelayanin yang nanya-nanya.
Too bad my job description isn’t like that.

Ini aja abis netes lagi heu.

Sehat-sehat bayiku sayang :3

Udah lah yah curhatnya hhhhh capek. Bye.

Tuesday, March 13, 2018

2018!

And it's March already. Yaampun gw 2 bulan kemarin ngapain aja ya? Hahahaha.
Maret selalu bulan tersibuk dalam 1 tahun karena kalian-tau-lah-ya-kenapa. Meski begitu, tetep aja disempet-sempetin dong kalau denger kata Big Bad Wolf. Begitu tanggalnya diumumin, langsung ngatur agar kerjaan bisa off di hari pertama (dan preview salenya), biar bisa dapetin buku-buku terbaekkk dari segi harga maupun kualitas. Secara gw ini booklover (walau akhir-akhir ini seringan belinya doang dibanding bacanya hehe), event kayak gini bener-bener ga boleh kelewatan. Dari pengalaman tahun lalu, gw bisa beli puluhan buku dengan harga super miring! Emang sih saking banyaknya yang antusias, ngantri kasirnya udah kayak ngantri BPJS, nguler dan lama., tapi it's totally worth it. Gw kesana bawa koper ukuran cabin. Awalnya gw udah waswas aja dikira aneh sama orang, ternyata banyak yang bawa koper lebih gede dari gw ahahaha. Total berhasil beli 40an buku. Sejujurnya sih, masih banyak yang belum gw baca. Udah menargetkan harus kelar sebelum Big Bad Wolf tahun ini sebenernya, tapi resolusi itu ga akan tercapai kayaknya :))

Di bawah ini adalah penampakan buku yang gw beli tahun lalu (plus mainan untuk sepupu yang masih bocah) beserta koper yang mengangkutnya. Kalau kalian mau follow instagram gw yang bahas soal buku, klik aja ya link foto di bawah #lahpromosi.

So, Big Bad Wolf 2018, I'll see you later ;)

Sunday, January 1, 2017

2017

Actually I'm not sure if I should make a typical new-year-new-me resolution. But it's a good way to start improving. I mean, I know we have to improve and grow everyday. But if you have a moment to feel fresh and start anew, well it's also a good thing, right?

I need to improve:
1. Driving skill.
2. Caring for myself. Skin care, hair care, overall health care.
3. Doing sports.
4. Studying, for D4.
5. Financial management.
6. Time management.
7. Tasks management.
8. Make up skill
9. Cooking skill..........maybe.
10. I don't know what else, maybe I'll find out about it later.

Aside for that, there are things I want to buy as well. Hope I have enough money to afford:
1. External hard drive
2. Good headphone.
3. Complete basic make-up tools (the products and brushes)
4. Cheap flight tickets to watch Coldplay in April
5. Wrist watch.
6. (I made a list at office, now I forget what I wrote.)

I also have wishes that is a bit unrealistic.
1. Moved from my current section.
2. Stronger relationship with my boyfriend /thisisembarassingkyaaa/

I think I should write down those improvements I plan to make in a paper and stick it in my room and working space. That's it for now. Happy new year!

Wednesday, September 7, 2016

Peak Season

Bukan holiday season atau mango season, tapi wedding season.

Segambreng teman-teman gw menikah dalam waktu yang berdekatan. Sayangnya lokasinya ga berdekatan, banyak yang di luar kota. So I limit myself seandainya keluar kota buat kondangan, maksimal sebulan sekali aja. Ga kuat duitnya qaqa.

Ngeliat yang nikah ekspresinya buahagiak banged, jadi agak iri. Mana kalau kondangan keluar kota ga bareng pacar, karena not mutual friends sama yang nikah. Biasa aja udah kangen sama pacar apalagi ngeliat yang nikah yang unyu, makin kangen :" One day, will it be us? :" Ketik "amin" di kolom comment, trims. /plak /AMIN

Yaudah gitu aja. Dadah.

Wednesday, August 24, 2016

Memories

When I opened Facebook this morning, the first thing I saw is an update about a friend's birthday. Sounds normal right? Except that dear friend of mine is already dead. That went the same when I open Path. All the memories came back, and her smile is the one thing that I remember the most. 

*a moment to cry*

Okay, I'm calmer now. The thing is that I currently facing a problem and stress, and this melancholic side of me took control. My thoughts are "She should have live and I die instead" "If I die, will people remember me like they remember her?" "Will my friends come to my funeral like we came to hers?" Well yeah that's a lot of thoughts about death, but since I am such a coward to approach death, all are in my head only. Apparently I can encourage people except myself.

Girl, I don't know why but I believe that you rest in total peace. If God let me enter His heaven, shall we meet there? With lots of laugh and gossip like we used to do.

I love you.
I miss you.